Tuesday, 9 September 2014

MATERI KELAS IX (KTSP)



MENULIS RESENSI BUKU

A.  TUJUAN PEMBELAJARAN, SISWA MAMPU:
1.    Mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku serta menunjukkan kelebihan dan kekurangannya.
2.   Merangkum isi buku.
3.   Menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku.
4.   Meresensi buku pengetahuan.
5.   Menyunting resensi

B.   MENULIS RESENSI BUKU
1. Pengertian
—  Resensi buku adalah membuat penilaian, mengngkap kembali isi buku, memberikan ulasan, membahas, mengkritik, ataupun meringkas buku.

2.   Tujuan membuat resensi buku
—  Menginformasikan apa saja yang termuat dalam sebuah buku kepada orang lain.
—  Menginformasikan adanya buku baru kepada masyarakat /pembaca.

3.   Istilah lain dari resensi buku
—  Istilah lain: apresiasi buku, bedah buku, tinjauan buku, timbangan buku, sorotan buku, ulasan buku, berita buku.

4.   Unsur-unsur resensi buku
—  Pendahuluan, berisi informasi objektif tentang identitas atau data buku
     a. Judul buku
     b. Nama penulis atau pengarang
     c. Nama penerbit
     d. Tahun terbit
     e. Tebal buku / jumlah halaman
     f.  Nama editor
     g. Nama ilustrator
     h. Harga buku
—  Isi Resensi
     Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam bagian isi resensi adalah:
a.   ulasan tentang tema atau judul buku
b.   paparan singkat isi buku atau gambaran  keseluruhan isi buku
c.   informasi tentang latar belakang atau         tujuan   penulisan buku
d.   gaya penulisan
e.   perbandingan dengan buku lain yang    bergaya sama

—  Penutup, bagian penutup berisi
a.   penilaian terhadap kualitas isi buku secara keseluruhan
b.   penilaian kelebihan atau kekurangan buku
c.   kritikan atau saran kepada penulis atau penerbit
d.   pertimbangan kepada pembca tentang   perlu tidaknya buku tersebut dibaca/dimiliki atau  dibeli.

5.   Langkah-langkah meresensi buku
a.   Mencari buku baru yang belum pernah diresensi orang lain
b.   Mencatat identitas buku
c.   Membaca berulang-ulang sampai benar-benar paham isinya. Perlu juka dibaca bagian kata pengantar, pendahuluan, daftar isi dan ringkasan buku.
d.   Mencatat hal-hal yang dianggap penting, misalnya: isi buku, bahasa, bentuk huruf, kualitas kertas, ilustrasi, cover, dll.
e.   Memberikan penilaian terhadap buku secara objektif kelebihan dan kekurangannya
f.   Merangkaikan seluruh catatan menjadi sebuah resensi
g.   Memeriksa kembali resensi yang telah disusun
h.   Memperbaiki bila terdapat kesalahan atau kekurangan.


Monday, 8 September 2014

STRUKTUR TEKS CERITA FABEL



STRUKTUR TEKS NARASI

1.    CERITA SNOW WHITE
(Orientasi)
Suatu ketika, hiduplah seorang gadis bernama Snow White. Dia tinggal bersama paman dan bibinya, karena orangtuanya telah meninggal.
(Komplikasi)
Suatu hari dia mendengar paman dan bibinya berbicara tentang rencana meninggalkan istana karena mereka berdua ingin pergi ke Ameria dan mereka tidak mempunyai cukup uang untuk membawa serta Snow White.
Snow White tidak ingin paman dan bibinya melakukan hal tersebut, sehingga dia memutuskan akan lebih baik jika dia pergi. Pagi harinya dia pergi dari rumah ketika paman dan bibi nya sedang sarapan. Dia lari ke dalam hutan.
(Resolusi)
Kemudian dia melihat gubuk kecil. Dia mengetuk pintu tetapi tidak ada yang menjawab sehingga dia masuk dan merasa ngantuk.
Sementara itu, tujuh kurcaci telah pulang dari pekerjaannya. Mereka masuk. Di sana mereka menemukan Snow White tertidur. Kemudian Snow White terbangun. Dia melihat kurcaci tersebut. Kurcaci tersebut berkata "Siapa nama kamu?" Snow White menjawab, "Nama saya Snow White."
(Koda)
Doc, salah satu dari kurcaci tersebut berkata, "Jika kamu mau, kamu bisa tinggal di sini bersama kami." Snow White berkata, "Oh, bolehkah? Terima kasih." Kemudian Snow White menceritakan semua kisahnya dan akhirnya Snow White dan 7 kurcaci hidup bahagian selamanya.

2.   TIGA IKAN
(Orientasi)
          Suatu ketika, terdapatlah tiga ikan yang hidup di sebuah kolam. Di suatu sore, beberapa nelayan melewati kolam tersebut dan melihat ikan-ikan itu. "Kolam ini penuh dengan ikan", merka berbicara satu sama lain dengan bergairah. "Kita belum pernah memancing di sini sebelumnya. Kita harus datang lagi besok pagi dengan jaring kita dan manangkap ikan-ikan ini!" Kemudian nelayan-nelayan tersebut pergi.
(Komplikasi)
          Ketika ikan yang paling tua mendengar ini, dia gelisah. Dia memanggil ikan-ikan yang lain dan berkata, 'Apakah kamu dengar apa yang dikatakan nelayan itu? Kita harus meninggalkan kolam ini. Nelayan itu akan kembali besok dan membunuh kita semua!' Ikan kedua setuju. 'Kamu benar', dia berkata. 'Kita harus meninggalkan kolam ini.'

Tetapi ikan yang paling muda tertawa. 'Kamu cemas tanpa ada alasan', dia berkata. 'Kita telah tinggal di kolam ini semur hidup kita, dan tidak ada nelayan yang datang kesini. Kenapa harus orang-orang itu kembali? Saya tidak akan pergi kemana-mana - keberuntunganku akan menyelamatkan ku.'
(Resolusi)
Ikan tertua meninggalkan kolam tersebut pada sora hari dengan seluruh keluarganya. Ikan kedua melihat nelayan datang di kejauhan pada pagi hari dan meninggalkan kolam tersebut dengan seluruh keluarganya. Ikan ketiga tetap menolak untuk pergi.
Nelayan tersebut pun datang dan menangkap semua ikan yang tertinggal di kolam. Keberuntungan ikan ketiga tidak menyelamatkannya - dia juga tertangkap dan dibunuh.
(Coda)
Ikan yang cemas dahulu dan bertindak sebelum nelayan datang dan ikan yang tertindak ketika nelayan datang bershasil selamat. Tetapi ikan yang mempercayakan hanya pada keberuntungan dan tidak berbuat apa-apa semuanya mati. Begitu juga pada kehidupan.

3.    Seekor Rubah dan Seekor Kucing
(Orientasi)
    Suatu ketika ada seekor kucing dan seekor rubah sedang bercakap-cakap. Si rubah, adalah makhluk sombong, yang membual betapa pintaranya dia. "Kenapa, saya tahu setidaknya seratus cara untuk menjauh dari musuh kita bersama, anjing-anjing," katanya.

(Komplikasi)
          "Saya hanya tahu satu trik untuk menjauh dari anjing," kata si kucing. "Kamu harus mengajar saya beberapa trik dari kamu!"

           "Yah, mungkin suatu hari nanti, ketika saya punya waktu, saya bisa mengajarkan beberapa trik yang lebih sederhana," jawab rubah enteng.

           Saat itu mereka mendengar gonggongan dari anjing-anjing di kejauhan. Gonggong tersebut semakin keras dan keras - anjing-anjing tersebut datang ke arah mereka!

(Resolusi)
Seketika itu pun kucing tersebut berlari ke pohon terdekat dan naik ke cabang di luar jangkauan anjing apapun. "Ini adalah trik yang kuceritakan, satu-satunya yang saya tahu," kata si kucing. 'Mana dari seratus trik kamu yang akan kamu gunakan?'

(Coda)
          Rubah tersebut pun duduk diam di bawah pohon, bertanya-tanya trik mana yang ia harus gunakan. Sebelum dia bisa mengambil keputusan, anjing-anjing tersebut pun tiba. Mereka menhajar rubah tersebut dan mencabik-cabiknya.

    Moral: Satu rencana yang bekerja lebih baik dari seratus rencana yang masih diragukan.

4.   KURA-KURAN DAN MONYET YANG RAKUS
http://www.yadi82.com/2014/08/contoh-teks-cerita-moral-fabel-tentang.html
(Orientasi)
Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
"Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
"Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
"Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
"Apa kabar Monyet? Bagaimana pohon pisangmu?" sapa kura-kura kepada monyet.
"Biarkan saja, besok-besok juga berbuah," jawab monyet sombong.

(Komplikasi)
Bulan berganti bulan, pohon pisang kura-kura berbuah. Buahnya besar-besar. Ia akan mengundang kawan-kawannya untuk diajak berpesta pisang. Sebaliknya, pohon pisang monyet mati karena tidak dirawat.
Pisang tanaman kura-kura siap dipanen.
"Bagaimana cara memetik buah pisang ini?" pikir kura-kura. "Mungkin monyet mau membantuku."

(Resolusi)
Kura-kura lalu meminta bantuan kepada monyet. "Maukah kau membantuku memetik buah pisang ini?" tanya kura-kura.
"Aku bersedia, tetapi buah pisang itu nanti dibagi dua." jawab monyet.
"Baik! " jawab kura-kura.
Monyet lalu memanjat pohon pisang kura-kura. Bau harum buah pisang menggoda selera monyet. Ia lupa akan janjinya.

Kura-kura menunggu di bawah pohon pisang.
"Nyet, Nyet, mana pisang bagianku?" teriak kura-kura.
"Sebiji pun tidak ada," jawab monyet rakus.
"Nyet, ini pohon pisangku!" rengek kura-kura hampir menangis.
"Salah sendiri mengapa tidak bisa memanjat pohon?" ejek monyet.

(Koda)
Kura-kura mulai menangis. Hatinya sedih bercampur marah. Ia lalu menggoyang-goyang pohon pisang itu.
Tiba-tiba.... bruk! Pohon pisang itu tumbang. Monyet itu jatuh. Dia mengerang kesakitan. Tubuhnya tertimpa batang pohon pisang.
"Ampun kura-kura, tolong aku! Aku menyesal..." kata monyet.
Tetapi, kura-kura sudah berlalu. Ia mencari sahabat baru.

NN

5.   KUPU-KUPU BERHATI MULIA
(Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan, Buku Siswa halaman 8-9)
(Orientasi)
       Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

(Komplikasi)
Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek dan tidak bisa pergi ke mana-mana.
       “Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?”
       Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar daripada tubuhnya. Sang semut merasabahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
       Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
       “Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong....., tolong.....!”

(Resolusi)
       Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.
       “Semut, peganglah erat-erat ranting itu. Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
       “Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.
        Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut.
        “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
       Ternyata, kepompong yang dulu diejek sudah menyelamatkan dirinya.

(Koda)
       Akhirnya, sang semut berjanji pada kupu-kupu bahwa ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
Dimodifikasi “Semut yang Sombong”dalam 50 cerita fabel dunia.